It's been a while since I posted the old joke about photograph with and without flash. I found this image, lost for a second before I have a good laugh.
from: http://theinternetaccordingtoadrian.tumblr.com/post/526410513/ronworkman-christr-fuckyeahslightlyamusing
Sunday, April 18, 2010
Monday, April 12, 2010
Makanya, Belajar dong!
Seusai melakoni pertandingan bulutangkis di Maastricht Cup, saya duduk-duduk di pinggir lapangan sambil main-main dengan Hana (anaknya teman yang mengaku berumur enam tahun). Masalahnya, bahasa Belanda saya kacau dan si Hana ini juga gak bisa bahasa Indonesia. Setelah ngobrol-ngobrol ngasal, saya mulai kesulitan memahami omongan Hana.
Saya: "Wat zeg je?" (kamu bilang apa?)
Hana: -------------- (nggak tahu dia ngomong apaan)
Saya: "Ik begrijp niet" (saya nggak ngerti)
Hana: *tampak sebal dan mulai menggaruk-garuk kepalanya, sebelum akhirnya bilang* "Hoe heet je?" (siapa kamu?)
Saya: "Ik ben Oom HabsQ" (saya Oom HabsQ)
Hana: "Nee, je bent een robot!" (nggak, kamu itu robot)
Saya: "Een robot?" (robot?)
Hana: "Ja, een baby robot!" (ya, bayi robot!)
Mulailah saya menari-nari robot ala Peter Crouch.
Saya: "Wat zeg je?" (kamu bilang apa?)
Hana: -------------- (nggak tahu dia ngomong apaan)
Saya: "Ik begrijp niet" (saya nggak ngerti)
Hana: *tampak sebal dan mulai menggaruk-garuk kepalanya, sebelum akhirnya bilang* "Hoe heet je?" (siapa kamu?)
Saya: "Ik ben Oom HabsQ" (saya Oom HabsQ)
Hana: "Nee, je bent een robot!" (nggak, kamu itu robot)
Saya: "Een robot?" (robot?)
Hana: "Ja, een baby robot!" (ya, bayi robot!)
Mulailah saya menari-nari robot ala Peter Crouch.
Sunday, April 04, 2010
My Logic (3)
Kemarin saya pergi ke Den Haag untuk wisata kuliner ke Pasar Malam Indonesia. Kebetulan (yang direncanakan), Andre Hehanusa tampil di sana. Sambil memainkan musik, Andre mengajak penonton untuk ikut bernyanyi, namun reaksi penonton masih biasa-biasa saja, mungkin karena sebagian masih belum "panas".
Andre: "Wah wah, nggak bisa gini dong... nggak bisa gini"
Andre: "Kalau saya nyanyi, semua nyanyi"
Andre: "Kalau saya joget, semua joget"
Andre: "Kalau saya berkeringat, semua berkeringat"
Saya: (semangat) "Kalau Andre dibayar, semua dibayar"
Sayang Andre-nya nggak dengar :P
Andre: "Wah wah, nggak bisa gini dong... nggak bisa gini"
Andre: "Kalau saya nyanyi, semua nyanyi"
Andre: "Kalau saya joget, semua joget"
Andre: "Kalau saya berkeringat, semua berkeringat"
Saya: (semangat) "Kalau Andre dibayar, semua dibayar"
Sayang Andre-nya nggak dengar :P
Saturday, April 03, 2010
My Logic (2)
Teman: Kapan kamu ngundang kita makan-makan?
Aku: Tampak sulit. Tapi aku bisa bikin surat kuasa. Jadi kamu bisa ngadain acara makan-makan atas namaku. Gimana?
Aku: Tampak sulit. Tapi aku bisa bikin surat kuasa. Jadi kamu bisa ngadain acara makan-makan atas namaku. Gimana?
Friday, April 02, 2010
My Logic
Friend: "Well, I'd like to tell you something. But please keep it off the record"
Me: "Don't worry, I don't run a tabloid"
Me: "Don't worry, I don't run a tabloid"
Thursday, March 25, 2010
This Morning
This morning, I was a bit late when leaving home to catch the Bus. Somehow I managed to get in to the Bus. In the station, I was surprised by the unusual crowd on the platform. I turned out that there are some problem in the rail and some train were cancelled. When I was about to give up trying to get into the train, one of the train officer asked the passengers to create some space, which I managed to take advantage of. No need to say that many people were not as lucky as me.
I wouldn't call the travelling experience with the train as comfortable. I was standing on a stair in a weird position. With a gentleman in front of me wearing a huge backpack. Everytime he made a move, his backpack slapped my face. To make it worse, the travel time took 30 minutes longer than the usual. I was really tired when I finally arrived at Rotterdam.
I went to the usual tram platform with a very bad mood. While waiting for my tram, another tram was stopping in the platform. I saw some kids in it, probably from a kindergarten. One of those kids took a look at me, and she waved at me when the tram was moving away. Then the rest of the kids started doing the same thing. I waved back at them and smile. Well, not a bad morning I suppose.
I wouldn't call the travelling experience with the train as comfortable. I was standing on a stair in a weird position. With a gentleman in front of me wearing a huge backpack. Everytime he made a move, his backpack slapped my face. To make it worse, the travel time took 30 minutes longer than the usual. I was really tired when I finally arrived at Rotterdam.
I went to the usual tram platform with a very bad mood. While waiting for my tram, another tram was stopping in the platform. I saw some kids in it, probably from a kindergarten. One of those kids took a look at me, and she waved at me when the tram was moving away. Then the rest of the kids started doing the same thing. I waved back at them and smile. Well, not a bad morning I suppose.
Tuesday, March 23, 2010
Radiasi Nuklir
Ini kisah jaman jebot. Saya punya alergi terhadap debu, panas, stress, atau dengan kata lain, alergi terhadap hidup yang keras (itulah mengapa saya sangat menanti-nanti buku karangan Melanotmeli dengan judul "Tips How to Survive Bersekolah di LN edisi Anak Manja"). Setiap kali saya terekspos terhadap bibit-bibit alergi tersebut, kulit saya akan mengering, gatal-gatal, dan tidak enak dilihat. Saya sendiri sudah sangat terbiasa dengan hal ini, namun tidak demikian halnya dengan orang-orang lain. Seringkali orang bertanya-tanya tentang kejaiban rupa kulit yang tidak bisa dibilang mulus ini. Kadang-kadang saya merasa annoyed juga dengan pertanyaan-pertanyaan model begini, hingga akhirnya jawaban yang keluar pun sekenanya saja.
Sebutlah A (bukan nama sebenarnya, nama sebenarnya bisa Tono, Joni, atau Leonardo di Caprio), dia adalah teman SMP yang meskipun tidak satu kelas, tapi sering berjumpa dikarenakan kami sama-sama hobi makan bakso telor gurilem.
A: "Kulit kamu kenapa?"
HabsQ: "kenapa apanya?" *cuek*
A: "Kok brintil-brintil kasar begitu?"
HabsQ: "oh iya, biasa..."
A: "Biasa apa?" *mulai ngotot*
HabsQ: *ngga sabar* "hmmm... ya gitu deh... waktu kecil ngga ada apa2, tapi terus sempet tinggal deket reaktor nuklir. Tiap hari kena radiasi dalam jumlah cukup signifikan dan nggak pakai baju khusus. Akibatnya kulitnya bermutasi dan setiap tahun ganti kulit. Pas deket-deket minggu ini kayaknya waktu ganti kulitnya..." *ngasal abis*
A: (ternganga, speechless)
Sejak saat itu terjadi perubahan misterius pada A. Setiap kali bertemu, wajahnya tampak cemas dan raut mukanya menampakkan rasa kasihan yang mendalam... atau kekhawatiran terkena efek samping radiasi...
Sebutlah A (bukan nama sebenarnya, nama sebenarnya bisa Tono, Joni, atau Leonardo di Caprio), dia adalah teman SMP yang meskipun tidak satu kelas, tapi sering berjumpa dikarenakan kami sama-sama hobi makan bakso telor gurilem.
A: "Kulit kamu kenapa?"
HabsQ: "kenapa apanya?" *cuek*
A: "Kok brintil-brintil kasar begitu?"
HabsQ: "oh iya, biasa..."
A: "Biasa apa?" *mulai ngotot*
HabsQ: *ngga sabar* "hmmm... ya gitu deh... waktu kecil ngga ada apa2, tapi terus sempet tinggal deket reaktor nuklir. Tiap hari kena radiasi dalam jumlah cukup signifikan dan nggak pakai baju khusus. Akibatnya kulitnya bermutasi dan setiap tahun ganti kulit. Pas deket-deket minggu ini kayaknya waktu ganti kulitnya..." *ngasal abis*
A: (ternganga, speechless)
Sejak saat itu terjadi perubahan misterius pada A. Setiap kali bertemu, wajahnya tampak cemas dan raut mukanya menampakkan rasa kasihan yang mendalam... atau kekhawatiran terkena efek samping radiasi...
Friday, March 19, 2010
Belajar Bahasa Belanda
Hohoho, setelah tiga setengah tahun tinggal di Belanda akhirnya saya memulai kursus Bahasa Belanda juga. Bermula dari kesalahpahaman petugas balai kota, akhirnya mereka memutuskan untuk mensponsori kursus Bahasa Belanda untuk saya dan Istri sekaligus ;)
Sebagai ungkapan rasa syukur atas kesempatan ini, maka saya akan berbagi sedikit-sedikit pengetahuan Bahasa Belanda yang saya pelajari dari kursus. Oke! Kita mulai dengan memperkenalkan diri.
Goede morgen (Selamat pagi)
Mijn naam is HabsQ (Nama saya HabsQ)
Ik ben zeventien jaar oud (Umur saya tujuh belas tahun *bohong dikit gpp asal pakai Bahasa Belanda*)
Ik kom uit Indonesie (Saya datang dari Indonesia)
Ik woon in Rijswijk (Saya tinggal di Rijswijk)
Ik werk als Software Engineer (Saya bekerja sebagai geek... maksud saya, Software Engineer)
Prettig kennismaken (Senang berkenalan dengan Anda)
Tot ziens (Sampai ketemu lagi)
Kalau tidak sabar ingin nimbrung orang Belanda ngobrol, ingat-ingatlah kata ini: "Echt waar?" yang kira-kira artinya "Really?". Heheheheh...
Sebagai ungkapan rasa syukur atas kesempatan ini, maka saya akan berbagi sedikit-sedikit pengetahuan Bahasa Belanda yang saya pelajari dari kursus. Oke! Kita mulai dengan memperkenalkan diri.
Goede morgen (Selamat pagi)
Mijn naam is HabsQ (Nama saya HabsQ)
Ik ben zeventien jaar oud (Umur saya tujuh belas tahun *bohong dikit gpp asal pakai Bahasa Belanda*)
Ik kom uit Indonesie (Saya datang dari Indonesia)
Ik woon in Rijswijk (Saya tinggal di Rijswijk)
Ik werk als Software Engineer (Saya bekerja sebagai geek... maksud saya, Software Engineer)
Prettig kennismaken (Senang berkenalan dengan Anda)
Tot ziens (Sampai ketemu lagi)
Kalau tidak sabar ingin nimbrung orang Belanda ngobrol, ingat-ingatlah kata ini: "Echt waar?" yang kira-kira artinya "Really?". Heheheheh...
Tuesday, March 09, 2010
Life Was Much Easier
Just read something from the Internet: "Life was much easier when Apple and Blackberry were just fruits"...
...if it's up to me then I'll add "and when Durian was still affordable"...
...if it's up to me then I'll add "and when Durian was still affordable"...
Thursday, March 04, 2010
Antara Anyer dan Jakarta
Ada batas yang jelas antara kegilaan dan kewirausahaan. Kalau kamu menggonggong ke arah bulan dengan harapan bahwa bulan akan pergi, maka kamu gila. Kalau kamu memulai bisnis dengan peluang sukses di bawah 5%, berarti kamu wirausahawan/wati/Tono/Joni (maaf, Tono dan Joni seharusnya tidak diikutsertakan).
Kalau kamu merasa perlu menyalakan dan mematikan lampu sampai 7 kali sebelum meninggalkan kamar, maka kamu punya OCD. Kalau kamu merasa perlu berlari tepat 8,04672km* sebelum sarapan, maka kamu disiplin dan atletis.
Kalau kamu membuat judul tulisan yang tidak ada hubungannya dengan isi tulisan, maka itu disebut kreatif, bukan gila.
Diterjemahkan bebas dan tidak bertanggung jawab dari blog http://dilbert.com/blog/entry/crazy_or_disciplined/
*mengapa 8,04672km? Karena tulisan asli menyatakan "5 mil" dan saya merasa perlu melakukan konversi ke km (awalnya ke nanometer tapi saya nggak mau merebut jatah nanoscientist, cukup kiloscientist saja)
Kalau kamu merasa perlu menyalakan dan mematikan lampu sampai 7 kali sebelum meninggalkan kamar, maka kamu punya OCD. Kalau kamu merasa perlu berlari tepat 8,04672km* sebelum sarapan, maka kamu disiplin dan atletis.
Kalau kamu membuat judul tulisan yang tidak ada hubungannya dengan isi tulisan, maka itu disebut kreatif, bukan gila.
Diterjemahkan bebas dan tidak bertanggung jawab dari blog http://dilbert.com/blog/entry/crazy_or_disciplined/
*mengapa 8,04672km? Karena tulisan asli menyatakan "5 mil" dan saya merasa perlu melakukan konversi ke km (awalnya ke nanometer tapi saya nggak mau merebut jatah nanoscientist, cukup kiloscientist saja)
Monday, March 01, 2010
Kami Butuh Moral
Kami butuh moral. Kami sedang tidak punya, padahal harganya murah. Kok bisa murah? Demand rendah dan supply unlimited. Dipakai terus-terusan pun tidak akan habis. Kami butuh moral. Tapi bukan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) atau sekuelnya aka Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).
Guru saya bilang moral tidak penting. Untuk ujian nasional, nyontek boleh asal jangan ketahuan. Sing penting lulus. Teman saya bilang, jangan langgar rambu lalu lintas, kecuali kalau nggak ada polisi. Korupsi dikit-dikit boleh lah, jangan munafik, kita semua butuh duit. Baru tahu saya definisi munafik.
Maaf kami merusak hari Anda. Kami butuh moral nih.
cat: Ternyata saya salah. Hasil pencarian kata "moral" di google mengabarkan sekitar 86 juta temuan. Ternyata demand-nya tinggi juga. Mohon maaf atas kesalahan ini.
Guru saya bilang moral tidak penting. Untuk ujian nasional, nyontek boleh asal jangan ketahuan. Sing penting lulus. Teman saya bilang, jangan langgar rambu lalu lintas, kecuali kalau nggak ada polisi. Korupsi dikit-dikit boleh lah, jangan munafik, kita semua butuh duit. Baru tahu saya definisi munafik.
Maaf kami merusak hari Anda. Kami butuh moral nih.
cat: Ternyata saya salah. Hasil pencarian kata "moral" di google mengabarkan sekitar 86 juta temuan. Ternyata demand-nya tinggi juga. Mohon maaf atas kesalahan ini.
Friday, September 11, 2009
Preprocessing Citra untuk Tracing
Judul yang keren yah? Jangan khawatir, tulisan saya kali ini tidak ada hubungannya dengan image processing yang njelimet dan hwarakadah (?) Saya cuma ingin berbagi pengalaman soal dunia tracing-mentracing. Tulisan ini sama sekali tidak scientific dan please jangan digunakan sebagai referensi untuk jurnal ilmiah ya...
Sejak beberapa waktu silam saya banyak berkutat dengan proses menggambar dan mewarnai secara digital. Permasalahan umum yang saya hadapi adalah kualitas garis hasil gambar yang kurang memuaskan, baik dari hasil scan dari pensil maupun corat-coret di MS Paint. Solusi menarik yang saya temukan adalah dengan melakukan tracing terhadap citra hasil scan maupun dari MS Paint tersebut. Dengan tracing banyak yang bisa saya peroleh: garis yang lebih artistik, noise reduction, dan tentu saja output berupa vektor :) Masalahnya ternyata belum sampai disini. Tracing citra langsung dari hasil scan mau MS Paint seringkali tidak memberikan hasil yang memuaskan karena saya kehilangan banyak detail di gambar. Untuk itulah preprocessing citra diperlukan untuk memperoleh input yang layak untuk tracing.
Untuk preprocessing citra saya menggunakan perangkat lunak super populer Adobe Photoshop, dan untuk tracing saya menggunakan CorelDRAW X4.
Pertama-tama, siapkan gambar yang ingin anda trace. Disini saya menggunakan corat-coret dengan pensil di kertas yang kemudian saya scan dengan resolusi tidak terlampau tinggi. Citra yang saya peroleh adalah sebagai berikut. Cukup kelihatan kalau ketebalan warna di citra ini tidak konsisten mengingat saya hanya tukang gambar amatiran.

Langkah berikutnya adalah menyesuaikan warna gambar supaya tidak terlalu tipis atau terlalu tebal. Gunakan fitur "Level" dari Photoshop untuk memperoleh hasil yang anda inginkan.

Berikutnya, gunakan filter photocopy dari Photoshop. Filter ini menarik karena membuat garis menjadi lebih tebal dan membuat warna menjadi flat... cocok untuk memperbaiki hasil scan yang pas-pasan. Anda akan memperoleh hasil sbb.

Citra yang dihasilkan dari proses di atas sudah cukup bagus untuk proses tracing. Importlah citra tersebut ke Corel Draw dan lakukan tracing sesuai selera. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Nggak jelek kan? Selamat mencoba! Saya lagi tergila-gila tracing nih :)
Sejak beberapa waktu silam saya banyak berkutat dengan proses menggambar dan mewarnai secara digital. Permasalahan umum yang saya hadapi adalah kualitas garis hasil gambar yang kurang memuaskan, baik dari hasil scan dari pensil maupun corat-coret di MS Paint. Solusi menarik yang saya temukan adalah dengan melakukan tracing terhadap citra hasil scan maupun dari MS Paint tersebut. Dengan tracing banyak yang bisa saya peroleh: garis yang lebih artistik, noise reduction, dan tentu saja output berupa vektor :) Masalahnya ternyata belum sampai disini. Tracing citra langsung dari hasil scan mau MS Paint seringkali tidak memberikan hasil yang memuaskan karena saya kehilangan banyak detail di gambar. Untuk itulah preprocessing citra diperlukan untuk memperoleh input yang layak untuk tracing.
Untuk preprocessing citra saya menggunakan perangkat lunak super populer Adobe Photoshop, dan untuk tracing saya menggunakan CorelDRAW X4.
Pertama-tama, siapkan gambar yang ingin anda trace. Disini saya menggunakan corat-coret dengan pensil di kertas yang kemudian saya scan dengan resolusi tidak terlampau tinggi. Citra yang saya peroleh adalah sebagai berikut. Cukup kelihatan kalau ketebalan warna di citra ini tidak konsisten mengingat saya hanya tukang gambar amatiran.

Langkah berikutnya adalah menyesuaikan warna gambar supaya tidak terlalu tipis atau terlalu tebal. Gunakan fitur "Level" dari Photoshop untuk memperoleh hasil yang anda inginkan.

Berikutnya, gunakan filter photocopy dari Photoshop. Filter ini menarik karena membuat garis menjadi lebih tebal dan membuat warna menjadi flat... cocok untuk memperbaiki hasil scan yang pas-pasan. Anda akan memperoleh hasil sbb.

Citra yang dihasilkan dari proses di atas sudah cukup bagus untuk proses tracing. Importlah citra tersebut ke Corel Draw dan lakukan tracing sesuai selera. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Nggak jelek kan? Selamat mencoba! Saya lagi tergila-gila tracing nih :)
Monday, September 07, 2009
Nyobain Scanner
Barusan dikasih scanner sama temen, langsung deh nge-scan gambar konsep trio kwek-kwek Srimulat Delft versi kartun + mewarnai sedikit-sedikit...
Ki-ka: Birdie, Kuredo, Mpuz...
Ki-ka: Birdie, Kuredo, Mpuz...
Saturday, August 22, 2009
Mohon Maaf...
...atas segala kesalahan dan ketidaklucuan saya baik di blog maupun di facebook, twitter, plurk, messenger, dan SMS. Oh iya, di dunia nyata juga...
Selamat menunaikan Ibadah Shaum di bulan Ramadhan...
Selamat menunaikan Ibadah Shaum di bulan Ramadhan...
Wednesday, August 12, 2009
365 Teman...
Ini cerita yang sudah lama sekali...
Alkisah, seorang teman kuliah Bapakku punya kesulitan finansial. Saking sulitnya, si teman ini bahkan tidak sanggup menyewa kos-kosan yang paling murah sekalipun. Namun sebagai mahasiswa perguruan tinggi terkemuka di kotanya, si teman ini nggak gampang menyerah. Setiap hari dia menginap di satu rumah relasinya dan numpang makan di sana. Uniknya, dalam satu tahun setiap rumah hanya diinapi sekali saja, total jumlah relasi si teman ini 365 orang. Begitulah Bapakku menjelaskan pentingnya membangun relasi...
Mendapatkan cerita yang sangat berkesan seperti itu, dalam diriku terpatri dengan kuat bahwa tahun-tahun kabisat adalah masa yang sangat sulit...
Alkisah, seorang teman kuliah Bapakku punya kesulitan finansial. Saking sulitnya, si teman ini bahkan tidak sanggup menyewa kos-kosan yang paling murah sekalipun. Namun sebagai mahasiswa perguruan tinggi terkemuka di kotanya, si teman ini nggak gampang menyerah. Setiap hari dia menginap di satu rumah relasinya dan numpang makan di sana. Uniknya, dalam satu tahun setiap rumah hanya diinapi sekali saja, total jumlah relasi si teman ini 365 orang. Begitulah Bapakku menjelaskan pentingnya membangun relasi...
Mendapatkan cerita yang sangat berkesan seperti itu, dalam diriku terpatri dengan kuat bahwa tahun-tahun kabisat adalah masa yang sangat sulit...
Wednesday, August 05, 2009
Monday, June 08, 2009
Membuat Slogan untuk Kaos
Saya lagi hobi membuat slogan untuk kaos, habis itu disubmit dan direview sama orang lain. Slogan-slogan yang sudah saya buat sampai saat ini:
Ada usul lain? Silakan meninggalkan pesan di komentar yah... :D
- Gravity could not stop me
- I'm a peacemaker. I made my dog befriend my cat
- What would happen to gravity if Newton were under Durian tree?
- I'm not stupid, just not as smart as everyone else...
- Reality is a place to run away from a nightmare
- You don't have to succeed at the first time unless you skydive
- I could take you to the future, just wait a second
- Irreplaceable Benchwarmer
- JUST MARRIED. Yes, I couldn't afford the car
- Tomorrow never dies, but we do
- I'm a bad liar and I'm handsome
- My English is perfekt...
- your shirt looks better than mine
- one hot ice tea please...
Ada usul lain? Silakan meninggalkan pesan di komentar yah... :D
Test Selera Humor
Belakangan ini beberapa teman mengeluhkan joke saya yang tidak dapat dipahami secara langsung. Untuk mengetahui kecocokan selera humor saya dan anda maka saya akan menunjukkan sepotong hasil chat saya dengan seseorang yang selama hidupnya banyak mempengaruhi selera humor saya. Anton (bukan nama sebenarnya), adalah penggemar bulutangkis asal Jogja. Dia hendak meminta tandatangan Dicky Palyama (pemain bulutangkis no.1 Belanda) lewat teman saya yang juga temannya Dicky. Berikut pembicaraan kami:
Anton: awak nitip tandatangan diki yah
HabsQ: :))
HabsQ: malu ah mintanya
Anton: bukan diki firasat (pemain Persib, red), diki palyama
HabsQ: nanti kalau saya minta temen saya, dia jawab gini
HabsQ: "kamu minta ttd Diki ga minta ttd saya?"
HabsQ: "saya lebih jago dari Diki loh"
HabsQ: ya nanti saya email deh
Anton: "dari mas, sy minta traktir aja deh"
HabsQ: :))
HabsQ: saya bilang gini aja ya
HabsQ: temen saya fans Dicky Palyama
HabsQ: minta tandatangannya dong
HabsQ: nama fans: Anton
HabsQ: skill: advanced
HabsQ: stamina: below average
Anton: stat stamina nya keep hidden aja deh kyknya
HabsQ: pasti nanti di-scout Ton, percuma
HabsQ: Ton
HabsQ: pembicaraan ini saya tulis di blog yah
HabsQ: *dengan sedikit modifikasi tentunya*
Anton: weks
HabsQ: jangan minta royalti yah
Kalau Anda tertawa maka selera humor Anda cocok dengan saya, which is sangat-sangat mengkhawatirkan. Kalau Anda nggak ketawa sama sekali maka saya ucapkan selamat untuk Anda!!
Anton: awak nitip tandatangan diki yah
HabsQ: :))
HabsQ: malu ah mintanya
Anton: bukan diki firasat (pemain Persib, red), diki palyama
HabsQ: nanti kalau saya minta temen saya, dia jawab gini
HabsQ: "kamu minta ttd Diki ga minta ttd saya?"
HabsQ: "saya lebih jago dari Diki loh"
HabsQ: ya nanti saya email deh
Anton: "dari mas, sy minta traktir aja deh"
HabsQ: :))
HabsQ: saya bilang gini aja ya
HabsQ: temen saya fans Dicky Palyama
HabsQ: minta tandatangannya dong
HabsQ: nama fans: Anton
HabsQ: skill: advanced
HabsQ: stamina: below average
Anton: stat stamina nya keep hidden aja deh kyknya
HabsQ: pasti nanti di-scout Ton, percuma
HabsQ: Ton
HabsQ: pembicaraan ini saya tulis di blog yah
HabsQ: *dengan sedikit modifikasi tentunya*
Anton: weks
HabsQ: jangan minta royalti yah
Kalau Anda tertawa maka selera humor Anda cocok dengan saya, which is sangat-sangat mengkhawatirkan. Kalau Anda nggak ketawa sama sekali maka saya ucapkan selamat untuk Anda!!
Tuesday, May 12, 2009
Cerita Dari Groens Cup 2009
Groens Cup adalah even olahraga multi-event yang diselenggarakan setiap tahun di Groningen, Belanda untuk Orang-orang Indonesia yang bermukim di Belanda maupun Warga Negara Belanda keturunan Indonesia. Saya bermain di cabang bulutangkis tunggal putra dan ganda bebas bersama Istri.
Hari Pertama
Tunggal Putra
Saya ini tipe orang yang nggak pernah menang apapun kalau ikut undian berhadiah dan hal-hal semacamnya. Tahun lalu di Groens Cup saya dan Linda langsung kebagian melawan Melvin/Kimberly (yang akhirnya jadi juara) di babak pertama. Tahun ini saya kembali beruntung dan di pertandingan pertama tunggal putra langsung dihadapkan dengan Wibi (juara tunggal putra tahun lalu di Groens Cup). Awalnya saya berniat untuk main tidak terlalu ngoyo karena meskipun kalah, saya tetap bisa lolos ke perempat final kalau bisa mengalahkan lawan lainnya yang menurut saya levelnya masih jauh di bawah Wibi. Dikombinasikan dengan badan yang belum panas dan perasaan belum nyaman dengan lapangannya, saya kalah mudah di set pertama. Tersengat karena dibantai, di set kedua saya berniat untuk melawan sampai lupa kalau rencana awal adalah untuk main tidak terlalu ngoyo. Set kedua berlangsung ketat walaupun akhirnya saya bisa menang sehingga skor menjadi 1-1. Di set terakhir, pertandingan masih ketat juga, namun Wibi berhasil leading sampai 20-15. Saya berhasil mencuri 4 poin sehingga skor menjadi 20-19 untuk Wibi, namun akhirnya harus kalah 21-19. Dua pertandingan lain di grup berhasil saya menangkan straight set sehingga bisa tetap lolos ke babak perempat final. Melvin juga lolos setelah menang mudah tiga kali berturut-turut tanpa kehilangan satu set pun, begitu juga Wibi dengan dua pertandingan sisanya.

Ganda Bebas
Saya dan Linda sebetulnya agak kecele ketika tahu di Groens Cup 2009 ini tidak ada cabang ganda campuran. Berhubung nama kami terlanjur dimasukkan di dalam daftar ganda bebas maka kami berniat main lepas saja karena sebagian besar peserta adalah pasangan ganda putra. Berbeda dengan undian grup di tunggal, di ganda bebas kami lebih beruntung karena tidak perlu ketemu dengan ganda tangguh Melvin/Wibi atau pasangan Eindhoven yang lumayan kuat Sammy/Grant. Saya dan Linda berhasil memenangkan semua pertandingan di grup. Lucunya kami ketemu dengan Mbak Tina di pertandingan kedua yang juga satu-satunya ganda campuran yang kami hadapi di Groens Cup ini. Melvin/Wibi dan Sammy/Grant juga nggak menghadapi masalah di penyisihan grup.
Hari kedua
Tunggal Putra
Saya berangkat ke lapangan tanpa tahu siapa calon lawan di perempat final. Setengah jam sebelum pertandingan yang dijadwalkan, saya diberi tahu Linda via telpon kalau nama saya sudah dipanggil oleh panitia dan diancam WO kalau tidak segera muncul :) Bonusnya, Linda bilang lawan saya adalah Melvin (haduhhh.... ). Saya yang masih dalam perjalanan pun lari terbirit-birit ke lapangan sebelum akhirnya ketemu Melvin di dekat pintu sport centrum yang kemudian bilang kalau saya sudah kalah WO sambil cengengesan, untungnya dia cuma becanda :P Saya buru-buru ganti pakaian dan bersiap-siap di lapangan sambil banyak-banyak berdoa. Melvin ini kelasnya minimal satu level di atas saya, karena itu niat saya adalah untuk bermain habis-habisan dari awal, syukur-syukur kalau bisa dapat set pertama. Ternyata harapan saya bener-bener jadi kenyataan, di set pertama Melvin masih sering membuat kesalahan sendiri dan saya main enak sekali sehingga akhirnya bisa unggul 21-18. Saat itu penonton makin banyak dan anehnya saya bukannya nervous malah tambah semangat. Tapi Melvin memang terlalu tangguh. Set kedua berhasil dia rebut meskipun pertandingan tetap ketat, skor 21-17 untuk Melvin. Di akhir set kedua kami minta break lima menit ke umpire. Saya sudah menggelepar di pinggir lapangan. Rasanya bertanding dua set melawan Melvin lebih berat dari bermain enam kali di hari pertama. Selama break saya dapat dukungan dari suporter Delft dan juga suporter netral. Mungkin mereka heran juga ya... kok ada geek yang bisa main badminton hehehe...
Akhirnya set ketiga dimulai juga. Pertandingan berlangsung ketat sampai skor 8-8. Mulai disini perbedaan fisik mulai kelihatan. Meskipun kami seumuran, tapi fisik saya seperti jompo kalau dibandingkan dengan Melvin. Melvin mulai mengendalikan permainan dengan menggunakan strategi yang tepat untuk memaksa saya lari-lari di lapangan. Saat itu tangan saya mulai gemetaran dan di akhir-akhir malah membuat error sendiri. Seperti sudah diduga, akhirnya Melvin menang dengan 21-16. Saya kalah tapi tetap bangga sekali karena penonton memberi aplaus untuk kami. Lebih-lebih setelah akhirnya Melvin jadi juara setelah menang mudah di semifinal dan final dengan straight set (melawan Wibi yang sepertinya kurang fit). Melvin memang top! Saluttt...

Ganda Bebas
Pertandingan perempat final ganda bebas mempertemukan pasangan saya/Linda dengan pasangan ganda putra Wageningen. Di luar dugaan, pertandingan berlangsung cukup cepat dan mudah. Sepertinya Linda sedang on-fire dan main bagus sekali di depan net. Dalam tempo tidak terlalu lama kami menang dua set langsung 21-8 21-13. Di babak semifinal kami akhirnya dapat jackpot karena harus melawan Melvin/Wibi. Pikiran saya, di single, lawan Melvin saya kalah, lawan Wibi juga. Sekarang saya harus lawan dua-duanya sekaligus hahaha... Saya sudah melobi mereka untuk gantian main seorang-seorang saja tapi ditolak :P Untungnya Melvin/Wibi cukup berbaik hati. Mereka bermain dengan tempo sedang dan tidak terlalu agresif walau tetap menang di set pertama. Saya dan Linda mencoba curi-curi kesempatan dan merasa sudah menang setelah berhasil mengambil set kedua meskipun akhirnya Melvin/Wibi berubah menjadi "agak" serius di set terakhir dan akhirnya menang 2-1. Di pertandingan ini kami dapat suporter ekstra karena didukung Mbak-mbak penonton yang senang melihat perempuan satu-satunya di babak perempat final dan semifinal ganda bebas. Melvin/Wibi sendiri akhirnya menjadi juara setelah tanpa kesulitan membantai semua lawan dengan straight set, termasuk di pertandingan final melawan Sammy/Grant.
Hari Pertama
Tunggal Putra
Saya ini tipe orang yang nggak pernah menang apapun kalau ikut undian berhadiah dan hal-hal semacamnya. Tahun lalu di Groens Cup saya dan Linda langsung kebagian melawan Melvin/Kimberly (yang akhirnya jadi juara) di babak pertama. Tahun ini saya kembali beruntung dan di pertandingan pertama tunggal putra langsung dihadapkan dengan Wibi (juara tunggal putra tahun lalu di Groens Cup). Awalnya saya berniat untuk main tidak terlalu ngoyo karena meskipun kalah, saya tetap bisa lolos ke perempat final kalau bisa mengalahkan lawan lainnya yang menurut saya levelnya masih jauh di bawah Wibi. Dikombinasikan dengan badan yang belum panas dan perasaan belum nyaman dengan lapangannya, saya kalah mudah di set pertama. Tersengat karena dibantai, di set kedua saya berniat untuk melawan sampai lupa kalau rencana awal adalah untuk main tidak terlalu ngoyo. Set kedua berlangsung ketat walaupun akhirnya saya bisa menang sehingga skor menjadi 1-1. Di set terakhir, pertandingan masih ketat juga, namun Wibi berhasil leading sampai 20-15. Saya berhasil mencuri 4 poin sehingga skor menjadi 20-19 untuk Wibi, namun akhirnya harus kalah 21-19. Dua pertandingan lain di grup berhasil saya menangkan straight set sehingga bisa tetap lolos ke babak perempat final. Melvin juga lolos setelah menang mudah tiga kali berturut-turut tanpa kehilangan satu set pun, begitu juga Wibi dengan dua pertandingan sisanya.
Ganda Bebas
Saya dan Linda sebetulnya agak kecele ketika tahu di Groens Cup 2009 ini tidak ada cabang ganda campuran. Berhubung nama kami terlanjur dimasukkan di dalam daftar ganda bebas maka kami berniat main lepas saja karena sebagian besar peserta adalah pasangan ganda putra. Berbeda dengan undian grup di tunggal, di ganda bebas kami lebih beruntung karena tidak perlu ketemu dengan ganda tangguh Melvin/Wibi atau pasangan Eindhoven yang lumayan kuat Sammy/Grant. Saya dan Linda berhasil memenangkan semua pertandingan di grup. Lucunya kami ketemu dengan Mbak Tina di pertandingan kedua yang juga satu-satunya ganda campuran yang kami hadapi di Groens Cup ini. Melvin/Wibi dan Sammy/Grant juga nggak menghadapi masalah di penyisihan grup.
Hari kedua
Tunggal Putra
Saya berangkat ke lapangan tanpa tahu siapa calon lawan di perempat final. Setengah jam sebelum pertandingan yang dijadwalkan, saya diberi tahu Linda via telpon kalau nama saya sudah dipanggil oleh panitia dan diancam WO kalau tidak segera muncul :) Bonusnya, Linda bilang lawan saya adalah Melvin (haduhhh.... ). Saya yang masih dalam perjalanan pun lari terbirit-birit ke lapangan sebelum akhirnya ketemu Melvin di dekat pintu sport centrum yang kemudian bilang kalau saya sudah kalah WO sambil cengengesan, untungnya dia cuma becanda :P Saya buru-buru ganti pakaian dan bersiap-siap di lapangan sambil banyak-banyak berdoa. Melvin ini kelasnya minimal satu level di atas saya, karena itu niat saya adalah untuk bermain habis-habisan dari awal, syukur-syukur kalau bisa dapat set pertama. Ternyata harapan saya bener-bener jadi kenyataan, di set pertama Melvin masih sering membuat kesalahan sendiri dan saya main enak sekali sehingga akhirnya bisa unggul 21-18. Saat itu penonton makin banyak dan anehnya saya bukannya nervous malah tambah semangat. Tapi Melvin memang terlalu tangguh. Set kedua berhasil dia rebut meskipun pertandingan tetap ketat, skor 21-17 untuk Melvin. Di akhir set kedua kami minta break lima menit ke umpire. Saya sudah menggelepar di pinggir lapangan. Rasanya bertanding dua set melawan Melvin lebih berat dari bermain enam kali di hari pertama. Selama break saya dapat dukungan dari suporter Delft dan juga suporter netral. Mungkin mereka heran juga ya... kok ada geek yang bisa main badminton hehehe...
Akhirnya set ketiga dimulai juga. Pertandingan berlangsung ketat sampai skor 8-8. Mulai disini perbedaan fisik mulai kelihatan. Meskipun kami seumuran, tapi fisik saya seperti jompo kalau dibandingkan dengan Melvin. Melvin mulai mengendalikan permainan dengan menggunakan strategi yang tepat untuk memaksa saya lari-lari di lapangan. Saat itu tangan saya mulai gemetaran dan di akhir-akhir malah membuat error sendiri. Seperti sudah diduga, akhirnya Melvin menang dengan 21-16. Saya kalah tapi tetap bangga sekali karena penonton memberi aplaus untuk kami. Lebih-lebih setelah akhirnya Melvin jadi juara setelah menang mudah di semifinal dan final dengan straight set (melawan Wibi yang sepertinya kurang fit). Melvin memang top! Saluttt...
Ganda Bebas
Pertandingan perempat final ganda bebas mempertemukan pasangan saya/Linda dengan pasangan ganda putra Wageningen. Di luar dugaan, pertandingan berlangsung cukup cepat dan mudah. Sepertinya Linda sedang on-fire dan main bagus sekali di depan net. Dalam tempo tidak terlalu lama kami menang dua set langsung 21-8 21-13. Di babak semifinal kami akhirnya dapat jackpot karena harus melawan Melvin/Wibi. Pikiran saya, di single, lawan Melvin saya kalah, lawan Wibi juga. Sekarang saya harus lawan dua-duanya sekaligus hahaha... Saya sudah melobi mereka untuk gantian main seorang-seorang saja tapi ditolak :P Untungnya Melvin/Wibi cukup berbaik hati. Mereka bermain dengan tempo sedang dan tidak terlalu agresif walau tetap menang di set pertama. Saya dan Linda mencoba curi-curi kesempatan dan merasa sudah menang setelah berhasil mengambil set kedua meskipun akhirnya Melvin/Wibi berubah menjadi "agak" serius di set terakhir dan akhirnya menang 2-1. Di pertandingan ini kami dapat suporter ekstra karena didukung Mbak-mbak penonton yang senang melihat perempuan satu-satunya di babak perempat final dan semifinal ganda bebas. Melvin/Wibi sendiri akhirnya menjadi juara setelah tanpa kesulitan membantai semua lawan dengan straight set, termasuk di pertandingan final melawan Sammy/Grant.
Saturday, April 04, 2009
The Superhuman Four Eyed Jedi...
...amazing huh?

Wanna be a superhero too? No, you can't... I said NO!! Nooo... please don't click here...
Thanks to Tante Chitra The Talented Whipped Lash

Wanna be a superhero too? No, you can't... I said NO!! Nooo... please don't click here...
Thanks to Tante Chitra The Talented Whipped Lash
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)