Thursday, March 27, 2008
Friday, March 21, 2008
Wednesday, March 19, 2008
Silsilah Keluarga Bebek
Yang suka baca Donal Bebek mungkin kadang bertanya-tanya dalam hati. Siapa sih Ibunya Kwak, Kwik, Kwek? Apa hubungan Nenek Bebek dan Paman Donal? Hehehe... Semua jawabannya ada disini, kecuali Bapak dari Kwak, Kwik, Kwek tetap misterius (dari milis IndoTUD).
Wednesday, March 12, 2008
Judi SMS
sumber: mailing list dan sejumlah website
Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka.
Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.
Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka anggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.
Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500.000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem dan kehidupan glamor, lha makan aja susah.
Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll. Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job.
Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar.
Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.
Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.
Mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.
JUDI SMS MENGGILAAAA ......
Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.
Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum -- setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS iayanya --anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk "bandar" (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya.
Jika dari satu SMS ini "bandar" mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai "biaya promosi"! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan "siapa tahu" mendapat hadiah. Kata "siapa tahu" adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang.
Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.
Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, "buka" atau "sahur", lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, "dapatkan handphone... " Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka :
"Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa
mendapat handphone gratis".
Kondisi ini sudah sangat menyedihkan.
Bahkan sangat gawat.
Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB.
Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!
Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini.
Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belakan
Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka.
Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.
Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka anggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.
Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500.000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem dan kehidupan glamor, lha makan aja susah.
Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll. Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job.
Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar.
Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.
Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.
Mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.
JUDI SMS MENGGILAAAA ......
Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.
Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum -- setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS iayanya --anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk "bandar" (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya.
Jika dari satu SMS ini "bandar" mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai "biaya promosi"! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan "siapa tahu" mendapat hadiah. Kata "siapa tahu" adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang.
Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.
Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, "buka" atau "sahur", lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, "dapatkan handphone... " Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka :
"Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa
mendapat handphone gratis".
Kondisi ini sudah sangat menyedihkan.
Bahkan sangat gawat.
Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB.
Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!
Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini.
Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belakan
Tuesday, January 22, 2008
Mari Menggambar dan Mewarnai
Duh, judulnya nggak menarik banget ya :P Anyway, sekarang lagi hobi banget main game Billy vs Snakeman (warning: referral included ;D)... game web-based dengan tokoh-tokoh a la Naruto dicampur-campur dengan manga (komik Jepang -red) lain tapi dengan nama yang disamarkan :) Nah, di game ini, setelah sukses melewati tahap Genin (ninja level cupu) kita dikasih kesempatan untuk mengupload gambar sendiri. Mumpung lagi semangat maka segera aku coret-coret sketsa di kertas. Masalahnya, di rumah nggak ada scanner... Untunglah teringat pesan Bung SandClow yang mengatakan: "tak ada scanner, kamera digital pun jadi". Maka dengan sedikit ceklak-ceklek jadilah sketsa tersebut masuk ke komputerku ;D

Akibat tidak menuruti saran Bung SandClow (menebalkan garis dengan spidol, memfoto di siang hari) jadilah hasil foto yang tidak memuaskan (gambar atas). Dengan usaha keras dan penuh kesabaran, sketsa dirapihkan jadi seperti di gambar bawahnya. Sip sip sip...
Pekerjaan berikutnya lebih mengasyikkan: mewarnai. Dengan menggunakan software manipulasi foto paling top di dunia (bukan, bukan MS Paint) pekerjaan mewarnai pun dimulai. Diawali dengan memberi warna dasar lalu dilanjutkan dengan sedikit memberi shading di beberapa tempat jadilah gambar seperti di bawah ini.
Pekerjaan sempat terhenti karena break tidur di malam hari dan dilanjutkan esok malamnya... Shading lebih di-detailkan, warna dikoreksi, dan nggak lupa juga menambahkan efek untuk mata dan rambut. Sampai disini hasilnya sudah lumayan (daripada nggak ada :P)

Berandai-andai... gimana ya kalau nanti dibikin komiknya (bikin komik adalah satu dari ratusan cita-citaku yang belum tercapai). Mungkin hasilnya kayak gini (filter halftone):

Akibat tidak menuruti saran Bung SandClow (menebalkan garis dengan spidol, memfoto di siang hari) jadilah hasil foto yang tidak memuaskan (gambar atas). Dengan usaha keras dan penuh kesabaran, sketsa dirapihkan jadi seperti di gambar bawahnya. Sip sip sip...
Pekerjaan berikutnya lebih mengasyikkan: mewarnai. Dengan menggunakan software manipulasi foto paling top di dunia (bukan, bukan MS Paint) pekerjaan mewarnai pun dimulai. Diawali dengan memberi warna dasar lalu dilanjutkan dengan sedikit memberi shading di beberapa tempat jadilah gambar seperti di bawah ini.
Pekerjaan sempat terhenti karena break tidur di malam hari dan dilanjutkan esok malamnya... Shading lebih di-detailkan, warna dikoreksi, dan nggak lupa juga menambahkan efek untuk mata dan rambut. Sampai disini hasilnya sudah lumayan (daripada nggak ada :P)Lalu gambar itu diutak-atik sesuai selera. Istriku kukasih kesempatan buat ngatur-ngatur pilihan warna. Aku sendiri berusaha membuat gambarnya lebih suram dan gelap. Jadinya seperti di bawah.

Berandai-andai... gimana ya kalau nanti dibikin komiknya (bikin komik adalah satu dari ratusan cita-citaku yang belum tercapai). Mungkin hasilnya kayak gini (filter halftone):
Friday, January 18, 2008
Thursday, January 03, 2008
Kunci Sukses Wawancara Kerja
Kunci sukses wawancara kerja terletak pada kesan pertama. Setidaknya begitulah menurut penulis buku laris Job Hunting for Dummies, Max Messmer. Saya sepakat, meskipun mungkin anda tidak peduli apa pendapat saya. Sebagai contoh, berikut adalah pemberian kesan pertama dalam wawancara kerja (diambil dari kisah nyata) antara saya (HabsQ) dengan pewawancara (bukan nama sebenarnya).
Pewawancara: "Goede middag" (selamat siang, red -maklum wawancaranya di Belanda-)
HabsQ: "Goede middag" (ga bisa bahasa Belanda, tapi tahu lah kalo ini doang)
Pewawancara: (ngomong sesuatu yang tidak kumengerti)
HabsQ: (cepat-cepat menanggapi dengan bahasa Inggris yang lancar + senyum) "I'm sorry Sir, but I don't speak Dutch. Could you please speak in English?"
(Dalam hati: keren keren, yang wawancara pasti terkagum-kagum sama bahasa Inggrisku yang gape... tringgg)
Pewawancara: "eum... but that's my name"
HabsQ: (cepet-cepet) "I'm HabsQ, nice to meet you too"
Demikianlah contoh pemberian kesan pertama yang tidak baik.
ps: jangan terlalu percaya kata orang lain, buktinya saya diterima kerja loh :P
Pewawancara: "Goede middag" (selamat siang, red -maklum wawancaranya di Belanda-)
HabsQ: "Goede middag" (ga bisa bahasa Belanda, tapi tahu lah kalo ini doang)
Pewawancara: (ngomong sesuatu yang tidak kumengerti)
HabsQ: (cepat-cepat menanggapi dengan bahasa Inggris yang lancar + senyum) "I'm sorry Sir, but I don't speak Dutch. Could you please speak in English?"
(Dalam hati: keren keren, yang wawancara pasti terkagum-kagum sama bahasa Inggrisku yang gape... tringgg)
Pewawancara: "eum... but that's my name"
HabsQ: (cepet-cepet) "I'm HabsQ, nice to meet you too"
Demikianlah contoh pemberian kesan pertama yang tidak baik.
ps: jangan terlalu percaya kata orang lain, buktinya saya diterima kerja loh :P
Thursday, November 15, 2007
Windflowers
Windflowers,
my father told me not
to go near them, he said he feared
them always, and he told me that
they carried him away.
Windflowers, beautiful windflowers,
I couldn't wait to touch them,
to smell them I held them closely,
and now, I cannot break away
their sweet bouquet disappears
like the vapor, in the desert
so, take a warning, son.
Windflowers, ancient windflowers,
their beauty, captures every young dreamer
who lingers near them,
but Ancient windflowers, I love you.
my father told me not
to go near them, he said he feared
them always, and he told me that
they carried him away.
Windflowers, beautiful windflowers,
I couldn't wait to touch them,
to smell them I held them closely,
and now, I cannot break away
their sweet bouquet disappears
like the vapor, in the desert
so, take a warning, son.
Windflowers, ancient windflowers,
their beauty, captures every young dreamer
who lingers near them,
but Ancient windflowers, I love you.
Monday, November 12, 2007
Me vs Angin Belanda
Satu bulan silam, di kelas 3D Computer Graphics saya kebagian tugas untuk presentasi tugas di hadapan dosen, asisten, dan rekan-rekan satu kelas. Ketika itu, yang saya presentasikan adalah hasil pekerjaan kelompok berupa sebuah program komputer yang menampilkan sebuah citra 3 dimensi dari pohon (ngga tahu pohon apa, yang penting keliatan bagus deh). Setelah menjelaskan ini itu tentang program tersebut, akhirnya tibalah saatnya untuk menampilkan animasi andalan kelompok kami: pohon yang bergoyang karena tertiup angin. Beberapa orang yang duduk di depan kelas tampak nyengir-nyengir kecil melihat animasi ini (meskipun tidak bisa dipastikan nyengirnya karena memang disebabkan oleh presentasiku atau karena sakit gigi). Belum puas dengan reaksi para penonton, saya kemudian menampilkan animasi pohon yang serupa, namun dengan membuat animasi pohon tersebut tampak sedang diguncang angin badai yang hebat. "Dan inilah... pohon di Belanda", kataku. Seisi kelas ketawa terbahak-bahak. Puas rasanya menertawakan angin Belanda. HabsQ vs Angin Belanda, satu kosong.
Tiga hari yang lalu, hari Jum'at siang, saya berangkat ke sportcentrum untuk Shalat Jum'at (ya ya, kalian nggak salah baca, shalat Jum'atnya memang di sportcentrum). Ramalan cuaca menunjukkan suhu 10 derajat celcius which is tidak begitu dingin untuk ukuran Belanda di bulan November. Dengan mengendarai sepeda kumbang kesayangan berangkatlah saya menuju sportcentrum. Tak disangka tak dinyana, angin bertiup sangat kencang sekali ke arah yang berlawanan dari tujuanku. Untuk melaju dengan kecepatan satu meter per detik saja rasanya luar biasa berat (padahal kakiku terbuat dari batu loh! Hasil latihan fisik bertahun-tahun :P). Akhirnya saya nekat saja menerjang badai mengingat waktu shalat Jum'at nggak mungkin bisa diundur-undur lagi. Uuuurrrgghhhhh. Kalau angin Belanda bisa ngomong, pasti dia bilang: Angin Belanda vs HabsQ, satu sama (sambil nyengir kuda, asumsi dia bisa nyengir).
Lewat sedikit dari terowongan bawah laut (dengan asumsi bahwa hampir semua daerah di Belanda berada di bawah ketinggian air laut, jadi bukan cuma terowongan aja), tiba-tiba kejutan berikutnya muncul. Hujan es batu! Tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya tiba-tiba si angin dengan baiknya menghembuskan jutaan butir air yang sudah membeku (disebut es, ada di buku IPA Sekolah Dasar, silakan dicek lagi) ke seluruh tubuhku. Ctaakkkk ctakkk ctakkk tak takkkk (sound effect). Gede sedikit butiran esnya mungkin aku bisa benjol-benjol tuh. Orang bule di belakangku ketawa-ketawa ga jelas. Come on! Kita bisa ketawa pada saat menceritakan ini ke anak cucu nanti, tapi yang jelas bukan sekarang! Akhirnya dengan benjol dan berdarah-darah (hiperbola) + ngos-ngosan sampai juga saya di sport centrum. Skor 2-1 untuk Angin Belanda.
Seakan-akan nggak puas dengan keunggulan tipis itu, hampir tiap hari hujan angin + es batu dihadiahi oleh angin Belanda. Skornya udah bukan skor tipis lagi... tapi sudah seperti hasil pertandingan tim sepakbola Italia vs Tim Nasional Indonesia. Rencana pembalasan sudah disiapkan memang. Salah satunya, saya merencakan membuat model angin Belanda sebagai bagian dari tesis saya yang bertema "Simulasi Jalan Raya dan Wireless Sensor Network" namun rencana ini sepertinya akan ditentang habis-habisan oleh supervisor di kampus.
Tiga hari yang lalu, hari Jum'at siang, saya berangkat ke sportcentrum untuk Shalat Jum'at (ya ya, kalian nggak salah baca, shalat Jum'atnya memang di sportcentrum). Ramalan cuaca menunjukkan suhu 10 derajat celcius which is tidak begitu dingin untuk ukuran Belanda di bulan November. Dengan mengendarai sepeda kumbang kesayangan berangkatlah saya menuju sportcentrum. Tak disangka tak dinyana, angin bertiup sangat kencang sekali ke arah yang berlawanan dari tujuanku. Untuk melaju dengan kecepatan satu meter per detik saja rasanya luar biasa berat (padahal kakiku terbuat dari batu loh! Hasil latihan fisik bertahun-tahun :P). Akhirnya saya nekat saja menerjang badai mengingat waktu shalat Jum'at nggak mungkin bisa diundur-undur lagi. Uuuurrrgghhhhh. Kalau angin Belanda bisa ngomong, pasti dia bilang: Angin Belanda vs HabsQ, satu sama (sambil nyengir kuda, asumsi dia bisa nyengir).
Lewat sedikit dari terowongan bawah laut (dengan asumsi bahwa hampir semua daerah di Belanda berada di bawah ketinggian air laut, jadi bukan cuma terowongan aja), tiba-tiba kejutan berikutnya muncul. Hujan es batu! Tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya tiba-tiba si angin dengan baiknya menghembuskan jutaan butir air yang sudah membeku (disebut es, ada di buku IPA Sekolah Dasar, silakan dicek lagi) ke seluruh tubuhku. Ctaakkkk ctakkk ctakkk tak takkkk (sound effect). Gede sedikit butiran esnya mungkin aku bisa benjol-benjol tuh. Orang bule di belakangku ketawa-ketawa ga jelas. Come on! Kita bisa ketawa pada saat menceritakan ini ke anak cucu nanti, tapi yang jelas bukan sekarang! Akhirnya dengan benjol dan berdarah-darah (hiperbola) + ngos-ngosan sampai juga saya di sport centrum. Skor 2-1 untuk Angin Belanda.
Seakan-akan nggak puas dengan keunggulan tipis itu, hampir tiap hari hujan angin + es batu dihadiahi oleh angin Belanda. Skornya udah bukan skor tipis lagi... tapi sudah seperti hasil pertandingan tim sepakbola Italia vs Tim Nasional Indonesia. Rencana pembalasan sudah disiapkan memang. Salah satunya, saya merencakan membuat model angin Belanda sebagai bagian dari tesis saya yang bertema "Simulasi Jalan Raya dan Wireless Sensor Network" namun rencana ini sepertinya akan ditentang habis-habisan oleh supervisor di kampus.
Wednesday, October 31, 2007
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono
Sunday, October 21, 2007
The Truth is Out There
I really like this stuff ;D
http://www.gooogie.co.uk/?gid=138014&hl=en&meta=o&q=Habib%20jelek
So guys (and gals), don't do the same mistake as I did!
http://www.gooogie.co.uk/?gid=138014&hl=en&meta=o&q=Habib%20jelek
So guys (and gals), don't do the same mistake as I did!
Tuesday, October 09, 2007
Another Drawing
Saturday, October 06, 2007
Drawing
Wednesday, September 26, 2007
Turtle
Deep within a forest a little turtle began to climb a tree. After hours of effort he reached the top, jumped into the air waving his front legs and crashed to the ground. After recovering, he slowly climbed the tree again, jumped, and fell to the ground.
The turtle tried again and again while a couple of birds sitting on a branch watched his sad efforts. Finally, the female bird turned to her mate.
"Dear," she chirped, "I think it's time to tell him he's adopted."
http://www.funnyville.com/Animal-Jokes/Turtle.html
The turtle tried again and again while a couple of birds sitting on a branch watched his sad efforts. Finally, the female bird turned to her mate.
"Dear," she chirped, "I think it's time to tell him he's adopted."
http://www.funnyville.com/Animal-Jokes/Turtle.html
Monday, September 17, 2007
A Good Thing About DW
DW (not a real name) is a housing company located in Europe. It is quite infamous among the students because of its poor services. However, after one year spending my time in DW's House, I finally realize why everyone still wants to stay at DW's house.
Because its washing cards are waterproof.
Amazing.
These are the conversation between me and Baqir (which I will write as BQR to avoid everyone found out his real name)
Me: What's up?
BQR: Got a problem here. I lost my washing card.
Me: Oh no, washing card is a very critical thing, especially to cover the smell if you rarely take a bath.
BQR: Are you talking about yourself?
Me: Don't change the subject. Let's focus on the real problem here.
BQR: I guess I left it at my home country. I have to ask my parents to send it back. But it might take some time.
Me: Poor you. Meanwhile, you can use mine.
BQR: Thanks, your heart is actually as handsome as your face (I'm not really sure he said this but I just write it down anyway)
-several weeks later-
BQR: Hey! I found my washing card!
Me: Didn't you left it at your home country. Did you?
BQR: No, I found it in my pants' pocket which I washed last week.
Me: So when you washed your pants, the card was inside the pocket?
BQR: Exactly.
Me: Uh oh, is it still working?
BQR: Apparently yes. I tried it on the card reader, there's 3 euros in it. Strange, I didn't remember that I still have money in it anyway.
Me: That's the trick. Don't tell anyone.
Because its washing cards are waterproof.
Amazing.
These are the conversation between me and Baqir (which I will write as BQR to avoid everyone found out his real name)
Me: What's up?
BQR: Got a problem here. I lost my washing card.
Me: Oh no, washing card is a very critical thing, especially to cover the smell if you rarely take a bath.
BQR: Are you talking about yourself?
Me: Don't change the subject. Let's focus on the real problem here.
BQR: I guess I left it at my home country. I have to ask my parents to send it back. But it might take some time.
Me: Poor you. Meanwhile, you can use mine.
BQR: Thanks, your heart is actually as handsome as your face (I'm not really sure he said this but I just write it down anyway)
-several weeks later-
BQR: Hey! I found my washing card!
Me: Didn't you left it at your home country. Did you?
BQR: No, I found it in my pants' pocket which I washed last week.
Me: So when you washed your pants, the card was inside the pocket?
BQR: Exactly.
Me: Uh oh, is it still working?
BQR: Apparently yes. I tried it on the card reader, there's 3 euros in it. Strange, I didn't remember that I still have money in it anyway.
Me: That's the trick. Don't tell anyone.
Monday, September 10, 2007
Oh my...
| You Are 55% Feminine, 45% Masculine |
You are in touch with both your feminine and masculine sides. You're sensitive at the right times, but you don't let your emotions overwhelm you. You're not a eunuch, just the best of both genders. |
Tuesday, July 24, 2007
Enam Keanehanku
Barusan aku dapet tag dari Lely Golas buat nulis 6 keanehanku nih. Terus terang aku sedikit tersinggung karena diminta menuliskan 6 keanehanku... Masak cuma enam sih?? Hehehehe...
Aturannya sebagai berikut:
Each player of this game starts with 6 weird things about themselves. People who get tagged need to write a post of their own 6 weird things as well as state the rule clearly. In the end, you need to choose 6 people to be tagged and list their names. Don’t forget to leave a comment that says you are tagged in their comments and tell them to read your blog.
Jadi inilah 6 (diseleksi dari jutaan) keanehanku beserta pembelaannya:
1. Suka baca, bukan nulis blog
Aku punya banyak blog yang rutin kukunjungi setiap minggu (atau setiap hari :P). Blognya Kakak dan Adikku, Inoi, Sandclow, Lely, Bram, Priyadi, Tantri, Mia, Chietz, Mas Ridwan, Pak Rin, dll. Kalau lagi nganggur (baca: males ngerjain hal-hal lain) blog-blog tersebut bisa dikunjungi lebih dari sekali dalam sehari.
Pembelaan:
Sebetulnya aku ngga males-males amat nulis, cuma yang susah adalah untuk mulai nulisnya. Ide biasanya ada banyak, tapi jarang-jarang jadi tulisan. Sepertinya lebih gampang ngejatuhin comment bejibun di blog orang daripada nulis di blog sendiri :D
2. Menganga saat tidur
Nah yang ini kebenarannya bisa dipertanyakan mengingat aku nggak pernah ngeliat pose sendiri saat tidur :P Nggak dink, kupikir pose tidurku itu pose damai dan tenang... ternyata... tadinya sih ngga percaya dibilangin begitu, tapi setelah diberikan bukti nyata berupa foto pada saat di alam mimpi maka tidak ada cara lain selain menerima diriku apa adanya, hiks.
Pembelaan:
Sepertinya pose menganga yang legendaris ini tidak selalu terjadi loh. Mungkin waktu lagi difoto itu pas lagi sial hehehe... Kemungkinan pose itu terjadi karena aku punya masalah pernafasan dan sering mengalami hidung mampet (terutama dulu sebelum dioperasi)
3. Bawa handuk kemana-mana
Ini kebiasaan yang dimulai dari SMP :P bukannya bawa saputangan tapi aku lebih suka bawa handuk kecil kemana-mana. Maklum lah suka bersin-bersin nggak karuan, apalagi kalo kondisi tubuh lagi ga bagus.
Pembelaan:
Daya "tampung" handuk lebih besar daripada saputangan yang tipis itu. Huahahaha...
4. Gelian
Gak usahlah dikitik-kitik dengan sekuat tenaga. Belum dikitik-kitik aja udah keburu geli duluan, apalagi kalo yang mau menggelitik memasang tampang yang menyeramkan. Udah keburu joget-joget tuh...
Pembelaan:
Orang bilang (entah siapakah itu) kalau gelian itu berarti istrinya cantik. Alhamdulillah istriku emang cantik loh ;) Buat cowok yang nggak gelian jangan khawatir karena itu tidak berarti bahwa istri anda tidak cantik :D
5. Nggak bisa bahasa daerah
Bapakku orang Rao-rao, Batusangkar, Sumatera Barat. Aku nggak bisa bahasa Padang. Ibuku campuran Jawa-Batak, dua-duanya aku juga nggak bisa. Aku sejak lahir selalu tinggal di Bandung. Bahasa Sunda? Tetep aja nggak bisa.
Pembelaan:
Guilty.
6. Nrimo-an
Ini komentar dari istriku. Katanya aku selalu nerima aja apa yang didapet. Contohnya: semua masakan dia selalu dibilang enak, kadang istriku bilang kalo masakannya terlalu asin, kalo menurutku baik-baik aja (syukur udah dimasakin). Kalo ditanya preferensi apapun biasanya jawaban favoritku: "apa aja boleh", kalau tempat makan favoritku: "warung terserah" (mohon maaf kepada teman-teman kuliah dulu yang sering makan bareng)
Pembelaan:
Sifat nrimo-an ini bagus untuk mengurangi kompleksitas hidup di dunia :P bayangkan betapa banyak konflik yang terselesaikan dengan mudah kalau semua orang kayak aku. LOL
Enam korban berikutnya menyusul deh :P
Aturannya sebagai berikut:
Each player of this game starts with 6 weird things about themselves. People who get tagged need to write a post of their own 6 weird things as well as state the rule clearly. In the end, you need to choose 6 people to be tagged and list their names. Don’t forget to leave a comment that says you are tagged in their comments and tell them to read your blog.
Jadi inilah 6 (diseleksi dari jutaan) keanehanku beserta pembelaannya:
1. Suka baca, bukan nulis blog
Aku punya banyak blog yang rutin kukunjungi setiap minggu (atau setiap hari :P). Blognya Kakak dan Adikku, Inoi, Sandclow, Lely, Bram, Priyadi, Tantri, Mia, Chietz, Mas Ridwan, Pak Rin, dll. Kalau lagi nganggur (baca: males ngerjain hal-hal lain) blog-blog tersebut bisa dikunjungi lebih dari sekali dalam sehari.
Pembelaan:
Sebetulnya aku ngga males-males amat nulis, cuma yang susah adalah untuk mulai nulisnya. Ide biasanya ada banyak, tapi jarang-jarang jadi tulisan. Sepertinya lebih gampang ngejatuhin comment bejibun di blog orang daripada nulis di blog sendiri :D
2. Menganga saat tidur
Nah yang ini kebenarannya bisa dipertanyakan mengingat aku nggak pernah ngeliat pose sendiri saat tidur :P Nggak dink, kupikir pose tidurku itu pose damai dan tenang... ternyata... tadinya sih ngga percaya dibilangin begitu, tapi setelah diberikan bukti nyata berupa foto pada saat di alam mimpi maka tidak ada cara lain selain menerima diriku apa adanya, hiks.
Pembelaan:
Sepertinya pose menganga yang legendaris ini tidak selalu terjadi loh. Mungkin waktu lagi difoto itu pas lagi sial hehehe... Kemungkinan pose itu terjadi karena aku punya masalah pernafasan dan sering mengalami hidung mampet (terutama dulu sebelum dioperasi)
3. Bawa handuk kemana-mana
Ini kebiasaan yang dimulai dari SMP :P bukannya bawa saputangan tapi aku lebih suka bawa handuk kecil kemana-mana. Maklum lah suka bersin-bersin nggak karuan, apalagi kalo kondisi tubuh lagi ga bagus.
Pembelaan:
Daya "tampung" handuk lebih besar daripada saputangan yang tipis itu. Huahahaha...
4. Gelian
Gak usahlah dikitik-kitik dengan sekuat tenaga. Belum dikitik-kitik aja udah keburu geli duluan, apalagi kalo yang mau menggelitik memasang tampang yang menyeramkan. Udah keburu joget-joget tuh...
Pembelaan:
Orang bilang (entah siapakah itu) kalau gelian itu berarti istrinya cantik. Alhamdulillah istriku emang cantik loh ;) Buat cowok yang nggak gelian jangan khawatir karena itu tidak berarti bahwa istri anda tidak cantik :D
5. Nggak bisa bahasa daerah
Bapakku orang Rao-rao, Batusangkar, Sumatera Barat. Aku nggak bisa bahasa Padang. Ibuku campuran Jawa-Batak, dua-duanya aku juga nggak bisa. Aku sejak lahir selalu tinggal di Bandung. Bahasa Sunda? Tetep aja nggak bisa.
Pembelaan:
Guilty.
6. Nrimo-an
Ini komentar dari istriku. Katanya aku selalu nerima aja apa yang didapet. Contohnya: semua masakan dia selalu dibilang enak, kadang istriku bilang kalo masakannya terlalu asin, kalo menurutku baik-baik aja (syukur udah dimasakin). Kalo ditanya preferensi apapun biasanya jawaban favoritku: "apa aja boleh", kalau tempat makan favoritku: "warung terserah" (mohon maaf kepada teman-teman kuliah dulu yang sering makan bareng)
Pembelaan:
Sifat nrimo-an ini bagus untuk mengurangi kompleksitas hidup di dunia :P bayangkan betapa banyak konflik yang terselesaikan dengan mudah kalau semua orang kayak aku. LOL
Enam korban berikutnya menyusul deh :P
This is My Life
| This Is My Life, Rated | |
| Life: | |
| Mind: | |
| Body: | |
| Spirit: | |
| Friends/Family: | |
| Love: | |
| Finance: | |
| Take the Rate My Life Quiz | |
See? My life is fine!
Wednesday, July 18, 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)






